Thursday, April 16, 2015
Jisshuusei Indonesia Di Acara TV Jepang
Beberapa hari yang lalu saya sempat menonton acara TV Jepang yang pada saat itu menampilkan seorang jisshuusei Indonesia bernama Alfan.
Mungkin ada sebagian sahabat KdJ di sini yang mengenalnya?
Pada suatu sesi acara yang dinamakan: ニッポンに住む外人に聞いた。ニッポンのいいトコロは? atau dalam bahasa Indonesianya: Bertanya pada orang asing yang tinggal di Jepang.
Tempat yang bagus di Jepang apa?
Alfan kemudian menceritakan pengalamannya waktu ia pergi ke Tokyo dan Osaka.
Hal yang membuatnya terkejut dan kaget yaitu Eskalator.
Monday, April 13, 2015
Kokoro no tomo
Kokoro no Tomo - by admin page KdJ Aditya Ehime (Zivilia cover)
Video locations: Dogo Onsen (Dogo Spa), Okaido, Matsuyama City, Japan.
Admin page FB KdJ yang satu ini sangat kreatif dalam membuat video klip dengan latar belakang Kehidupan di Jepangnya, cita-citanya mungkin jadi artis kali ya.. :D
Mari kita tunggu video kreatif yang lainnya oleh Aditya Ehime, dan jangan lupa subscribe youtube channelnya.
6 Hal Positif di Jepang
Hal positif di Jepang:(seri 1)
Budaya di Jepang tidak terlalu mengakomodasi kerja-kerja yang terlalu bersifat individualistik. Termasuk klaim hasil pekerjaan, biasanya ditujukan untuk tim atau kelompok tersebut.
Fenomena ini tidak hanya di dunia kerja, kondisi kampus dengan lab penelitiannya juga seperti itu, mengerjakan tugas mata kuliah biasanya juga dalam bentuk kelompok.
Kerja dalam kelompok mungkin salah satu kekuatan terbesar orang Jepang.
Ada anekdot bahwa “1 orang professor Jepang akan kalah dengan satu orang professor Amerika, hanya 10 orang professor Amerika tidak akan bisa mengalahkan 10 orang professor Jepang yang berkelompok” .
Musyawarah mufakat atau sering disebut dengan “rin-gi” adalah ritual dalam kelompok.
Keputusan strategis harus dibicarakan dalam “rin-gi”.
Hal positif di Jepang (seri 2)
Malu adalah budaya leluhur dan turun temurun bangsa Jepang.
Harakiri (bunuh diri dengan menusukkan pisau ke perut) menjadi ritual sejak era samurai, yaitu ketika mereka kalah dan pertempuran.
Masuk ke dunia modern, wacananya sedikit berubah ke fenomena “mengundurkan diri” bagi para pejabat (mentri, politikus, dsb) yang terlibat masalah korupsi atau merasa gagal menjalankan tugasnya.
Efek negatifnya mungkin adalah anak-anak SD, SMP yang kadang bunuh diri, karena nilainya jelek atau tidak naik kelas.
Karena malu jugalah, orang Jepang lebih senang memilih jalan memutar daripada mengganggu pengemudi di belakangnya dengan memotong jalur di tengah jalan.
Mereka malu terhadap lingkungannya apabila mereka melanggar peraturan ataupun norma yang sudah menjadi kesepakatan umum.
Budaya di Jepang tidak terlalu mengakomodasi kerja-kerja yang terlalu bersifat individualistik. Termasuk klaim hasil pekerjaan, biasanya ditujukan untuk tim atau kelompok tersebut.
Fenomena ini tidak hanya di dunia kerja, kondisi kampus dengan lab penelitiannya juga seperti itu, mengerjakan tugas mata kuliah biasanya juga dalam bentuk kelompok.
Kerja dalam kelompok mungkin salah satu kekuatan terbesar orang Jepang.
Ada anekdot bahwa “1 orang professor Jepang akan kalah dengan satu orang professor Amerika, hanya 10 orang professor Amerika tidak akan bisa mengalahkan 10 orang professor Jepang yang berkelompok” .
Musyawarah mufakat atau sering disebut dengan “rin-gi” adalah ritual dalam kelompok.
Keputusan strategis harus dibicarakan dalam “rin-gi”.
Hal positif di Jepang (seri 2)
Malu adalah budaya leluhur dan turun temurun bangsa Jepang.
Harakiri (bunuh diri dengan menusukkan pisau ke perut) menjadi ritual sejak era samurai, yaitu ketika mereka kalah dan pertempuran.
Masuk ke dunia modern, wacananya sedikit berubah ke fenomena “mengundurkan diri” bagi para pejabat (mentri, politikus, dsb) yang terlibat masalah korupsi atau merasa gagal menjalankan tugasnya.
Efek negatifnya mungkin adalah anak-anak SD, SMP yang kadang bunuh diri, karena nilainya jelek atau tidak naik kelas.
Karena malu jugalah, orang Jepang lebih senang memilih jalan memutar daripada mengganggu pengemudi di belakangnya dengan memotong jalur di tengah jalan.
Mereka malu terhadap lingkungannya apabila mereka melanggar peraturan ataupun norma yang sudah menjadi kesepakatan umum.
Tukang parkir di Jepang
![]() |
| Coin parking meter |
Jika ada beberapa ruas jalan tertentu di Jepang yang (agak) lebar, di salah satu sisinya difungsikan sebagai tempat parkir mobil sementara, biasanya di sampingnya disediakan coin parking meter.
Tapi kalau parkir di tempat coin parking meter biasanya hanya terbatas untuk 60 menit saja.
Kalau sudah lebih dari 60 menit dan mobil tetap parkir, maka lampu indikator di coin parking meter tersebut akan menyala kelap-kelip.
Jika sampai ketahuan Polisi atau Chuusakanshin (petugas berseragam hijau yang bertugas menilang mobil yang parkir sembarangan/melanggar peraturan parkir), maka pengemudi dari mobil tersebut akan dikenakan sangsi/tilang sebesar ± ¥15.000 - 18.000 (± Rp. 1.500.000 - 1.800.000)
Buku bahasa Indonesia di Jepang
![]() |
| Berbanggalah menjadi warga negara Indonesia |
Sedikit cerita dari tempat kerja saya yang hampir 25% pekerjanya adalah WNI.
Saya bekerja di perusahaan recycle catridge dengan 75% pekerjanya adalah wanita berusia di atas 40 tahun, dan ada seorang Ibu warga negara Malaysia yang telah menikah dengan orang Jepang.
Kami sebagai WNI di sini mengikuti budaya orang jepang yang selalu memberikan sapaan wajib di pagi hari "Ohayougozaimasu" kepada setiap orang yang kami temui.
Namun lihatlah, ada seorang Ibu-ibu Jepang yang ternyata belajar Bahasa Indonesia hingga sengaja membeli buku ini.
Tentang yukata, musim gugur dan musim semi
Ada yang tahu yukata?
Yap, pakaian yang serupa dengan kimono namun sangat berbeda.
Yukata, lazim nya di pakai pada musim panas karena bahannya yang relatif tipis dan hanya satu lembar.
Sedangkan musim gugur dan musim semi adalah musim dengan suhu di bawah 20 derajat celcius, suhu yang paling bersahabat menurut saya, di banding suhu minus di musim dingin dan suhu panas di musim panas.
Musim gugur datang sebelum musim dingin dan musim semi datang setelah musim dingin. Musim gugur dengan daun maple/momiji nya dan bunga sakura yang bermekaran di musim semi.
Saya menyukai yukata, momiji dan sakura, ketiga nya terkesan Jepang Banget menurut saya.
Ngosek WC di Jepang
![]() |
| Foto toilet di rumah lansia sumber Google |
Saat ini di Jepang sudah siang hari , saya baru saja pulang kerja setelah dinas malam.
Saya ingin berbagi cerita dengan sahabat KDJ yang berada di Indonesia. Saat melaksanakan jaga malam, ada salah satu kewajiban yang harus saya lakukan, yakni membersihkan WC atau toilet. Yang dalam bahasa Jepang disebut 便所(べんじょ/benjyo) atau yang lebih sering digunakan kosakata dari bahasa asing トイレ/toire.
Saat melakukan pekerjaan itu saya teringat, video yang sempat menggegerkan dunia maya di Indonesia, tentang TKW yang membanggakan pekerjaan dan gajinya. Yang terlintas adalah saat TKW mengatakan "ora ngosek WC" tidak membersihkan toilet.
Subscribe to:
Posts (Atom)



