Showing posts with label Wawasan. Show all posts
Showing posts with label Wawasan. Show all posts
Friday, January 24, 2020
Tuesday, July 5, 2016
Tata krama membunyikan klakson di Jepang
KLAKSON bisa disebut sebagai perlengkapan standar. Dengan maksud agar Anda lebih nyaman dalam berkendaraan. Tentu saja, penggunaan klakson amat berkait dengan sopan santun di jalan.
Di Jepang, Eropa, atau Amerika, jarang sekali orang menggunakan klakson.
Coba perhatikan saat Anda sedang berada di jalanan Jepang, pasti jarang terdengar klakson kendaraan. Padahal, jalanannya cukup macet.
Kenapa ya?
Di Jepang, Eropa, atau Amerika, jarang sekali orang menggunakan klakson.
Coba perhatikan saat Anda sedang berada di jalanan Jepang, pasti jarang terdengar klakson kendaraan. Padahal, jalanannya cukup macet.
Kenapa ya?
Sunday, June 12, 2016
Learn from Japan
LET'S LEARN FROM JAPAN
Read this beautiful Information about Japan
1. Did you know that Japanese children clean their schools every day for a quarter of an hour with teachers, which led to the emergence of a Japanese generation who is modest and keen on cleanliness.
2. Did you know that any Japanese citizen who has a dog must carry bag and special bags to pick up dog droppings. Hygiene and their eagerness to address cleanliness is part of Japanese ethics.
3. Did you know that hygiene worker in Japan is called "health engineer" and can command salary of USD 5000 to 8000 per month, and a cleaner is subjected to written and oral tests!!
PENDIDIKAN ANAK ALA JEPANG
Rahasia Pendidikan TK, SD, dan Daycare di Jepang
[Bisa Langsung Ditiru dan Dipraktekkan]
Suatu hari, saya dan seorang kawan mengantri di sebuah stasiun di kota Nara-Jepang. Tiba-tiba, kawan saya tersebut berseru sambil mengarahkan jari telunjuknya ke arah deretan panjang warga Jepang yang sedang berdiri mengantri sambil membaca buku.
Kita masyarakat beragama. Kita memiliki ayat dalam kitab suci yang memerintahkan kita untuk membaca. Lalu, kenapa malah mereka (masyarakat Jepang) yang notabene tidak beragama, justru yang gemar membaca? Seharusnya kita bisa lebih baik dari mereka.
[Bisa Langsung Ditiru dan Dipraktekkan]
Suatu hari, saya dan seorang kawan mengantri di sebuah stasiun di kota Nara-Jepang. Tiba-tiba, kawan saya tersebut berseru sambil mengarahkan jari telunjuknya ke arah deretan panjang warga Jepang yang sedang berdiri mengantri sambil membaca buku.
Kita masyarakat beragama. Kita memiliki ayat dalam kitab suci yang memerintahkan kita untuk membaca. Lalu, kenapa malah mereka (masyarakat Jepang) yang notabene tidak beragama, justru yang gemar membaca? Seharusnya kita bisa lebih baik dari mereka.
Sunday, May 29, 2016
Arti memberikan tanda High beam di Jepang
Berbeda dengan Indonesia, di Jepang memberikan tanda high beam kepada mobil dari arah berlawanan berarti mempersilahkan mobil dari arah berlawanan tersebut melaju terlebih dahulu.
#lalulintasjepang #drivingsafely
Thursday, August 13, 2015
Budaya bunuh diri Jepang
Mengapa ada budaya yang negatif seperti itu?
Budaya negatif? Tidak juga, karena negatif atau positif itu tergantung dari sudut pandang mana...
Bukankah itu bertentangan dengan agama?
Agama? Tergantung juga pada apa hal yang diyakini dan dipegang teguh seseorang...
Bunuh diri = tidak bermoral?
Menurut saya bunuh diri bukan masalah moral, tetapi masalah mental seseorang.
Di Jepang, budaya bunuh diri lahir berawal dari semboyan atau prinsip hidup yang sangat keras, yaitu MENANG atau KALAH. Bila kalah maka harga diri mereka menjadi sangat rendah sehingga harus berakhir dengan kematian.
Monday, June 29, 2015
Bekerja illegal di Jepang.
Kebanyakan modus yang digunakan adalah dengan mengajukan visa sebagai turis. Apalagi dengan E-passport memudahkan sekali untuk mendapatkan visa tourist.
Begitu visa di tangan, berangkat sebagai turis (paling lama visa hanya berlaku 3 bulan), kemudian overstay (OS) untuk bekerja.
Atau bisa juga dengan visa keluarga, pelajar dan yang paling banyak adalah visa training (Kenshusei). Tapi setelah visa mereka habis, karena alasan tertentu misalnya target keuangan belum tercapai atau di Indonesia nggak ada kerjaan mereka kabur, tidak pulang ke Indonesia.
Perlu diketahui bahwa dengan status sebagai pekerja illegal sangat tidak nyaman. Tidak dapat menetap (nomaden) dan selalu saja dihantui oleh bayang-bayang petugas imigrasi yang akan menangkap. Tidak jarang, hasil keringat setelah kerja beberapa lama bisa hilang begitu saja untuk menghindari petugas.
Hal terburuk kalau tertangkap, akan masuk penjara, kena denda dan harus dibayar (kurang lebih 300.000 yen), dideportasi dan nama anda masuk blacklist tidak dapat kembali ke Jepang selama 5 tahun.
Bagi yang illegal dan ingin segera pulang satu-satunya cara menyerahkan diri ke kantor imigrasi dan mengajukan "Departure Order System).
Dengan cara ini tidak akan kena denda dan blacklist hanya 1 tahun.
Tapi syaratnya, harus meninggalkan Jepang segera mungkin, yang dulu tidak pernah dideportasi dan tidak ada catatan kriminalitas selama di Jepang.
Bagi yang illegal dan ingin jadi legal, satu-satunya cara Get Married with Japanese people atau mengajukan permohonan visa suaka hukum.
Secara umum seperti itu, saya tidak bisa cerita secara spesifik disini. Bisa seluas samudera nanti tulisan saya.
Jadi saran saya lebih baik cari yang legal saja. Tidur tenang, tidak takut jalan-jalan ke tempat umum, tidak takut digrebek polisi, dll.
Lebih bebas deh. Dan yang penting tidak membuat jelek image negara Indonesia di Jepang.
Begitu visa di tangan, berangkat sebagai turis (paling lama visa hanya berlaku 3 bulan), kemudian overstay (OS) untuk bekerja.
Atau bisa juga dengan visa keluarga, pelajar dan yang paling banyak adalah visa training (Kenshusei). Tapi setelah visa mereka habis, karena alasan tertentu misalnya target keuangan belum tercapai atau di Indonesia nggak ada kerjaan mereka kabur, tidak pulang ke Indonesia.
Perlu diketahui bahwa dengan status sebagai pekerja illegal sangat tidak nyaman. Tidak dapat menetap (nomaden) dan selalu saja dihantui oleh bayang-bayang petugas imigrasi yang akan menangkap. Tidak jarang, hasil keringat setelah kerja beberapa lama bisa hilang begitu saja untuk menghindari petugas.
Hal terburuk kalau tertangkap, akan masuk penjara, kena denda dan harus dibayar (kurang lebih 300.000 yen), dideportasi dan nama anda masuk blacklist tidak dapat kembali ke Jepang selama 5 tahun.
Bagi yang illegal dan ingin segera pulang satu-satunya cara menyerahkan diri ke kantor imigrasi dan mengajukan "Departure Order System).
Dengan cara ini tidak akan kena denda dan blacklist hanya 1 tahun.
Tapi syaratnya, harus meninggalkan Jepang segera mungkin, yang dulu tidak pernah dideportasi dan tidak ada catatan kriminalitas selama di Jepang.
Bagi yang illegal dan ingin jadi legal, satu-satunya cara Get Married with Japanese people atau mengajukan permohonan visa suaka hukum.
Secara umum seperti itu, saya tidak bisa cerita secara spesifik disini. Bisa seluas samudera nanti tulisan saya.
Jadi saran saya lebih baik cari yang legal saja. Tidur tenang, tidak takut jalan-jalan ke tempat umum, tidak takut digrebek polisi, dll.
Lebih bebas deh. Dan yang penting tidak membuat jelek image negara Indonesia di Jepang.
Sunday, June 28, 2015
Komunitas Orang Indonesia di Jepang
Komunitas Orang Indonesia di Jepang
Dikelompokkan menurut Status atau Pekerjaannya
Termasuk di komunitas nomer berapakah anda?
-RGKdJ-
di komunitas no 6
Dikelompokkan menurut Status atau Pekerjaannya
- Komunitas Pekerja Magang (Kenshusei/Jisshusei)
Merupakan jumlah terbesar dan terbanyak. Magang terjemahan bebasnya adalah training atau kerja praktek. Jadi jangka waktu mereka dibatasi antara 1-3 tahun saja dan tidak bisa diperpanjang sehingga arus perputaran dan tenaga kerja ini sangat tinggi. Keberadaan mereka umumnya bisa ditemukan dengan mudah di sekitar daerah industri atau kadang di pusat keramaian dan pertokoan elektronik. Tentu saja karena jam kerja yang sangat padat dan hari libur yang terbatas, aktivitas kumpul kumpul ini tidak bisa mereka lakukan secara rutin. - Komunitas Pelajar / mahasiswa
Kelompok terbesar ke dua mungkin adalah pelajar atau mahasiswa. Sebagian besar diantaranya adalah golongan muda yang mendapatkan beasiswa baik dari pemerintah Jepang maupun swasta dan sebagian lagi adalah para dosen atau pegawai negeri yang mendapat tugas belajar dari instansinya. Dibandingkan dengan kelompok pekerja magang, kolompok ini relatif lebih mudah ditemukan. Kelompok ini merupakan satu satunya yang memiliki perkumpulan atau organisasi tunggal yaitu PPI sehingga aktivitas ataupun keberadaan mereka lebih menonjol dibandingan dengan kelompok lainnya. - Komunitas Pekerja Tetap
Yang dimaksud dengan pekerja tetap adalah adalah mereka yang bersatatus sebagai pekerja atau karyawan tetap di salah satu perusahaan Jepang atau perusahaan asing. Hampir bisa dipastikan bahwa kelompok ini adalah para pekerja profesional yang memiliki skil tinggi dan sebagian lagi adalah lulusan dari universitas di negara tersebut. Jumlah mereka relatif sangat sedikit. - Komunitas Pegawai Pemerintah
Terdiri dari para konsul, staff kedutaan, manager BUMN beserta staff seperti BNI dan Garuda. - Komunitas Keturunan Jepang
Mereka adalah orang-orang yang mempunyai darah keturunan Jepang minimal kakek atau nenek mereka adalah warga negara Jepang. - Komunitas Spouse Visa
Merupakan orang Indonesia yang tinggal di Jepang karena menikah dengan penduduk lokal. Jumlah mereka relatif sangat kecil dan sedikit susah ditemukan karena umumnya berbaur dengan penduduk setempat. Kemudian dari segi visa, golongan ini memiliki sedikit keistimewaan yaitu bebas bekerja di bidang apa saja jadi kebanyakan dari mereka berstatus sebagai pekerja tetap. Keistimewaan yang lain setelah mendapat visa permanent resident dan tinggal lebih dari 10 tahun mereka dapat mengajukan permohonan naturalisasi menjadi warga negara Jepang. - Komunitas Pekerja Illegal
Tidak ada catatan pasti tentang jumlah pekerja ini namun disinyalir jumlahnya cukup besar. Mereka umumnya adalah pekerja magang yang melarikan diri dari pekerjaannya atau tidak mau kembali (melarikan diri) saat visa magangnya berakhir. Tentu saja, dengan status sebagai pekerja ilegal, mereka nyaris tidak bisa menuntut banyak pada pihak perusahaan seperti gaji atau asuransi kecelakaan. Mereka juga tidak memiliki surat atau dokumen resmi apapun yang masih berlaku, sehingga harapan untuk kembali ke Indonesia adalah hanya dengan satu cara yaitu menyerahkan diri ke pihak kepolisian.
Termasuk di komunitas nomer berapakah anda?
-RGKdJ-
di komunitas no 6
Sumber: keranjangkecil
Wednesday, May 27, 2015
Peraturan nonton konser di Jepang
![]() |
| One OK ROCK in Japan No Smartphone, Tab or Camera Outside Japan What the Hell Smartphone everywhere |
Summer is come, yah karena lagi musim panas banyak sekali festival musik atau konser di Jepang. Mulai dari Summer Sonic, Fuji Rock, belum lagi solo konser band atau penyanyi.
Kali ini saya akan membahas tentang nonton konser di Jepang.
Tuesday, May 19, 2015
Sampah botol plastik di Jepang
![]() |
| Tempat sampah di Service Area (SA) Aichi Prefektur |
Mengapa?
Hal ini karena bahan botol plastik dan tutup botol berbeda. Berbeda bahannya berbeda pula cara recycle atau daur ulangnya.
Pada umumnya botol plastik terbuat dari Polyethylene Terephthalate (PET, PETE atau polyester).
Sedangkan untuk tutup botol plastik terbuat dari Polypropylene atau Polyethylene.
Wednesday, May 13, 2015
Manner pejalan kaki di Jepang
![]() |
| Sumber gambar google |
Seakan-akan pejalan kaki di Indonesia tidak peduli atas pejalan kaki lain yang sedang terburu-buru, terutama di jembatan bus way.
Saya komen, "Ambil jalur kanan saja".
Dan dia menjawab, "Percuma. Orang-orang sini kagak ada yang punya manner kayak disana."
Kembali ke Jepang...
Thursday, May 7, 2015
HP di Jepang
Karena banyak yang menanyakan tentang HP di Jepang, saya jadi tergelitik untuk sharing sedikit masalah HP di Jepang.
Di Jepang, membeli/menggunakan HP sama seperti memasang telepon rumah.
Kenapa begitu.???
Karena jika mau membeli/memakai HP, maka konsumen harus datang ke toko-toko provider yang sudah dipilih. Beberapa diantaranya ada: DOCOMO, Soft Bank, au dll.
Lalu membuat kontrak. Setelah datang ke toko provider, lalu konsumen memilih jenis HP yang ingin dipakai, setelah itu baru membuat kontrak baru untuk aktivasi dan mendapatkan nomor HPnya.
Waktu membuat kontrak-pun, para konsumen diharuskan memenuhi syarat-syarat yang sudah diajukan, seperti; harus ada hanko, ada/menunjukkan ID card (SIM/Passport/ID lainnya) alamat tempat tinggal, nomor rekening di Bank/Credit Card, dan beberapa persyaratan lainnya.
Bunga Ume dan Bunga Sakura
![]() |
| Penulis dan bunga ume |
Seperti di musim-musim semi yang terdahulu, salah satu hal yang ditunggu-tunggu adalah menikmati bunga sakura yang cantik bermekaran di bulan April, atau biasa disebut juga 'cherry blossoms'.
Tapi sebenarnya sebelum bunga sakura mekar ada tanaman yang sudah mekar terlebih dahulu di akhir musim dingin dan bunganya tidak kalah cantik dengan bunga sakura, bahkan bisa dibilang sangat mirip dengan bunga sakura.
Namanya bunga ume atau biasa disebut juga 'plum blossoms'.
Tak sedikit orang-orang dari luar Jepang yang terkecoh dengan kemiripan bunga ume dan bunga sakura. Untuk lebih mengenal bunga ume dan sakura, berikut ini saya berikan gambaran beberapa perbedaan antara bunga ume dengan bunga sakura.
Tuesday, May 5, 2015
Buang sampah minyak di Jepang
![]() |
| Bubuk pengeras minyak Katameru Tenpuru |
Beberapa hari ini saya selalu masak bermacam-macam gorengan, tentu saja menggunakan minyak goreng.
Masak goreng pakai air, ya enggaklah..
Nah setelah goreng menggoreng, tahukah sahabat KdJ kalau di Jepang minyak bekas gorengan atau yang biasa disebut minyak jelantah itu TIDAK BOLEH atau DILARANG dibuang di wastafel atau di selokan..
Mengapa??
Monday, May 4, 2015
Peraturan Buang Sampah di Jepang
![]() |
| Plamfet peraturan buang sampah |
Berbeda jauh dengan Indonesia, dimana membuang sampah apapun jenisnya tidak diseleksi hanya buang saja di tempat sampah, bahkan (maaf) bangkai tikus ataupun kucing pun ada di tempat sampah, maka di Jepang untuk membuang sampah harus dibagi menurut jenis sampah.
Membuang sampah di Jepang memang ribet dan merepotkan sekali, tetapi itulah yang membuat jalan dan sungai di Jepang bersih dan bebas dari polusi.
Saya akan menjelaskan aturan-aturan secara detail bagaimana cara membuang sampah di Jepang, sebagai contohnya di wilayah tempat tinggal saya (Gifu shi) berdasarkan dari plamfet yang saya terima.
Sunday, May 3, 2015
Tilang di Jepang 2
Nagoya, 31 Desember 2013
Hari ini saya bener sial.
Tempat ini adalah parkiran mobil saya setiap pagi ketika kerja paruh waktu (Arubaito) di salah satu Restoran di Nagoya.
Kurang lebih 3 bulan saya selalu parkir disini tanpa di tilang.
Namun hari ini nampaknya saya bernasib sial karna Mobil saya di tilang. Padahal di sekitarnya ada beberapa mobil lain namun kenapa mobil mereka tidak di tilang…
Hmmmmmm bingung.
Sedikit sharing tentang metode tilang di Jepang, gambar disamping adalah surat tilang yang di tempel di depan kaca mobil saya.
Tulisannya Kanji dan saya sama sekali tidak bisa membacanya.
Di bagian bawah ada tulisan Bahasa Inggris yang kira-kira artinya saya harus membayar sejumlah uang atas illegal parking.
Tilang di Jepang
![]() |
| Surat tilang tampak depan |
Saya akan menceritakan pengalaman saya melanggar lalu lintas kemudian di tilang di Jepang.
Kejadian ini sebenarnya terjadi bulan November 2014.
Saat itu saya berangkat kerja menggunakan kendaraan roda 4, karena saya masuk malam jadi sekitar jam 16.00 saya berangkat dari rumah saya menuju ke tempat kerja saya yang berada di Mizuho shi Gifu ken.
Melewati jalan rute 21, saya melanggar lampu lalu lintas yang saat itu telah berubah dari warna kuning ke merah.
Alhasil dari arah belakang ada mobil polisi atau biasa disebut orang Jepang "Pato kaa" (singkatan dari Patroli Car), mengejar dan menghampiri saya serta menyuruh saya ke pinggir jalan.
"Sial" pikir saya, ya apa boleh buat.
Saturday, May 2, 2015
Budaya malu di Jepang
本日また雪山
Hari ini karena hari libur Golden Week, saya pergi main snowboard dan kemudian lanjut untuk berendam di onsen.
Sebenarnya ini bukan pertama kalinya saya ke onsen, tapi setelah saya pikir-pikir sebagai orang Indonesia, orang Jepang itu aneh juga ya.
Mengapa tidak malu ya, masuk onsen dan mandi bersama orang banyak yang tidak dikenal dengan keadaan telanjang bulat tanpa selembar kainpun hanya handuk kecil untuk membersihkan badan.
Jujur, setiap kali waktu masuk onsen, saya selalu merasa canggung dan malu, lha "anuku" kan jadi dilihat dan jadi tontonan banyak orang.
Piye toh wong Jepang iki? Ora nduwe isin blas..
Setelah saya renungkan, rasa malu atau budaya malu di Jepang sangat berbeda dengan rasa malu atau budaya malu di Indonesia.
Hari ini karena hari libur Golden Week, saya pergi main snowboard dan kemudian lanjut untuk berendam di onsen.
Sebenarnya ini bukan pertama kalinya saya ke onsen, tapi setelah saya pikir-pikir sebagai orang Indonesia, orang Jepang itu aneh juga ya.
Mengapa tidak malu ya, masuk onsen dan mandi bersama orang banyak yang tidak dikenal dengan keadaan telanjang bulat tanpa selembar kainpun hanya handuk kecil untuk membersihkan badan.
Jujur, setiap kali waktu masuk onsen, saya selalu merasa canggung dan malu, lha "anuku" kan jadi dilihat dan jadi tontonan banyak orang.
Piye toh wong Jepang iki? Ora nduwe isin blas..
Setelah saya renungkan, rasa malu atau budaya malu di Jepang sangat berbeda dengan rasa malu atau budaya malu di Indonesia.
Waktu yang tepat berbelanja di Jepang
Hey sobat Kdj, Konbanwa.
Hidup di Jepang itu harus pintar-pintar, terutama dalam hal berbelanja.
Karena biaya hidup yang tinggi, kita di tuntut untuk hemat!.
Kali ini saya ingin mengajak sobat sekalian berbelanja.
Ayo.... siapa yang suka belanja..!!???
Tunjuk tangannya! hihihi
Pasti sudah banyak yang tau di jam-jam tertentu sebelum toko makanan tutup, ada diskon.
Khususnya untuk makanan sekali pakai (tidak tahan lama).
Diskonnya bisa sampai 70% lhoo...
Seperti sebelumnya, saya akan selalu menyematkan video di setiap cerita saya..
Ayo belanja...!!
Oleh Admin Page KdJ
Helmi Gunma
Monday, April 27, 2015
Tokyo Sky Hop Bus
Pada hari Minggu kemarin (26 April 2015), saya bersama Dee Dee admin Page KdJ wilayah Saitama- Tokyo berkesempatan melakukan tour keliling Tokyo dengan naik Tokyo Sky Hop Bus.
Bus ini bus tanpa atap, dimana kita bisa menikmati pemandangan Tokyo di atas bus sambil menikmati angin sejuk yang berhembus.
Terminal Sky Hop Bus Ticket Counter ini ada 2, di Marunouchi Mitsubishi Building yang terletak di dekat Tokyo stasiun dan di Narihira Office Tokyo Skytree.
Karena saya baru saja ke Tokyo Tower, maka terminal terdekat Sky Bus ini ada di Marunouchi Mitsubishi Building.
Karena saya baru saja ke Tokyo Tower, maka terminal terdekat Sky Bus ini ada di Marunouchi Mitsubishi Building.
Langsung saja saya ke Tokyo Stasiun dan bertanya pada petugas stasiun lokasi dari Marunouchi Building.
Letak Marunouchi Building ternyata ada di Marunouchi South Entrance Tokyo Stasiun, tinggal menyeberang jalan, jalan lurus ke persimpangan berikutnya dan di sebelah kiri akhirnya kelihatanlah berjejer-jejer bus tanpa atap yang diparkir.
Letak Marunouchi Building ternyata ada di Marunouchi South Entrance Tokyo Stasiun, tinggal menyeberang jalan, jalan lurus ke persimpangan berikutnya dan di sebelah kiri akhirnya kelihatanlah berjejer-jejer bus tanpa atap yang diparkir.
Subscribe to:
Posts (Atom)














