Sunday, December 21, 2014

Artis Jepang mengutamakan PRIVASI

Poster Glico di Osaka

Ayase Haruka sebenarnya bukanlah nama dia sebenarnya. Hanya merupakan nama panggung yang diberikan oleh fansnya melalui polling. 

Yah, mungkin bila kita mencari profil artis Jepang secara detail seperti,apakah sudah menikah, anak berapa, rumah dimana, sangat sulit dan memang karena itu privasi artis itu tidak untuk dipublikasikan.
Kalau sahabat KdJ cari informasi di internet tentang artis Jepang, Ayase Haruka contohnya, yang muncul pasti karya-karyanya.

Sangat sulit mencari lebih dari tanggal lahir, dan kehidupan pribadi Ayase Haruka, sudah menikah atau belum? Anak berapa? dan lain-lain.

Coba, ketik nama artis Indonesia dan search di Google..
Apa yang terjadi??

Saturday, December 20, 2014

Natal di Jepang


Universal Studio Japan X-mas Tree


Natal di Jepang..

Sangat berbeda dengan Amerika, orang Jepang merayakan natal tidak religius. Alias tidak ada hubungannya dengan agama Kristen, banyak dekoran pohon natal dan santa claus dimana-mana, tapi tidak ada salib. Mereka tahu siapa itu Santa Claus tapi mereka tidak tahu siapa itu Yesus.

Ketika sahabat KdJ me-like page ini atau membaca blog ini, anda telah masuk teritorial Jepang..

WELCOME TO JAPAN GUYS...

Negara sekuler yang bisa dikatakan rakyatnya tidak mempunyai agama atau bahkan orang radikal dan fanatik bilang negara kafir yang sebagian besar rakyatnya makan daging babi.

Di Indonesia ribut mengucapkan Natal itu HARAM, well di Jepang tidak ada kata haram untuk mengucapkannya guys.

Wednesday, November 26, 2014

Budaya Bersepeda di Jepang




Sepeda merupakan alat transportasi yang murah meriah di Jepang, bahkan jumlah sepeda lebih banyak dari jumlah mobil dan sepeda motor pribadi.

Selain berjalan kaki, siswa sekolah juga banyak yang ke sekolah menggunakan sepeda. TIDAK ADA siswa sekolah (SD, SMP dan SMA) yang bawa sepeda motor apalagi mobil.
Hal itu sangat dilarang keras oleh pihak sekolah, meskipun untuk membuat SIM sepeda motor 50 cc atau yang disebut Gentsuki persyaratannya minimal usia 17 tahun (Prefektur Gifu). 

Bahkan ada pihak sekolah yang mengeluarkan siswanya bila memiliki SIM sepeda motor 50cc sebelum lulus SMA (kebetulan teman kerja saya ada yang berumur 17 tahun yang dikeluarkan dari sekolah gara-gara ketahuan punya SIM sepeda motor).

Mengapa pihak sekolah disiplin sekali dilarang bawa sepeda motor bahkan SIM motor 50cc, padahal 17 tahun sudah bisa bikin SIM??

Tuesday, November 25, 2014

Di Jepang BBM tidak subsidi (Rp.16 ribu/liter)

Pom bensin Self Service
Setelah hampir 17 tahun tidak ada kenaikan pajak, sejak 1 April 2014, pajak konsumsi (pajak setiap membeli barang) di Jepang naik dari 5% menjadi 8%, demi menutupi kekurangan anggaran belanja pemerintah. Dan kabarnya akan naik lagi hingga mencapai 10%. 

Apakah ada demonstrasi?? 
TIDAK ADA.

Padahal UMR tidak naik, salut dengan mental orang Jepang.

Meanwhile in Indonesia, BBM baru naik Rp. 2000 saja demonstrasi ada dimana-mana, apalagi kalau subsidi BBM dihapus.. Apa yang terjadi?

Harga BBM di Jepang tergolong mahal karena tidak ada subsidi BBM sama sekali dari pemerintah, yaitu sekitar 155 yen/liter (Rp. 16.000/liter). Karena subsidi tidak dalam bentuk harga BBM yang murah. Karena subsidi dalam bentuk harga BBM murah akan mengakibatkan jumlah kendaraan pribadi membludak, kemacetan dimana-mana, dan polusi udara meningkat.

Wednesday, November 19, 2014

Memiliki mobil pribadi di Jepang

Jakarta populasi 10.000.000 orang memiliki 5.300.000 mobil pribadi.
Tokyo populasi 13.000.000 orang hanya memiliki 3.100.000 mobil pribadi.

Saya akan share tentang pengeluaran memiliki mobil di Jepang.

Sebelum memiliki mobil kita harus memiliki SIM, di Jepang untuk memiliki SIM membutuhkan biaya 300.000 yen (untuk sekolah dan ujian mengemudi), biaya berbeda bagi orang asing yang mengambil sistem kirikae.

Biaya bulanan memiliki mobil.. (dalam hal ini pengalaman saya)
Asuransi mobil 10.000 yen/bulan
Parkir (karena saya tinggal di desa) 3500 yen/bulan, untuk yang tinggal di kota besar (Tokyo, Osaka), saya pernah dengar biaya parkir perbulan di Shinjuku sebesar 60.000 yen/bulan (ya, parkir dan apartment beda, dibayar terpisah dan harga parkir di kota besar hampir sama dengan biaya apartment).

Melanggar lampu merah saja, saya kena tilang dan denda sebesar 9000 yen plus point SIM saya diambil 2.